Melarang Bonek datang, sama saja mengundangnya untuk datang dengan banyak orang

Dilarang Melarang

"Dimana kau berada disitu kami ada, karna kami Bonek Mania"

Itulah sepenggal lirik dari Lagu Bonek yang sering Bonek nyanyikan ketika kesebelasan Persebaya Surabaya berlaga. Tidak hanya ketika bermain di kandang atau di Surabaya, Bonek juga akan mendukung langsung ketika Persebaya melakoni pertandingan tandang. Tradisi Away Days ini sudah dilakukan oleh Bonek sejak dulu, bahkan ada juga yang menyebutkan bahwa Bonek lah yang pertama mendukung penuh tim kebanggaannya ketika berlaga tandang.

Di era sekarang ini, tradisi Away Days suporter sudah umum dilakukan. Tidak hanya Bonek, akan tetapi hampir seluruh suporter di Indonesia pasti sudah melakoni Away Days.
Baca Juga : Anthem Song for Pride menjadi Anthem terbaik di Indonesia

Namun, seolah-olah Bonek ini dianak tirikan. Sekarang Bonek seringkali dilarang untuk mendukung langsung Persebaya Surabaya ketika bermain tandang. Dengan citra buruk Bonek dimasa lalu yang dibilang Nonton tidak bayar, Tukang Rusuh, Tukang Merampas Warung di Sekitar Stadion dan banyak lagi hal-hal buruk yang ditujukan kepada Bonek. Padahal sekarang Bonek sudah tidak seperti dulu lagi, semua sudah berubah 180 derajat, No Ticket No Game itulah salah satu perubahan Bonek yang dimana sekarang sudah menjadi tradisi jika menonton Persebaya harus membeli Tiket.

Memang susah mengendalikan massa yang tidak ada keanggotaan resminya. Sekali lagi, Bonek itu tidak ada ketua ataupun embel-embel lainnya. Mendukung Persebaya menjadi sebuah panggilan jiwa, di mana Persebaya berlaga dari yang Junior sampai Senior sudah dipastikan akan mendapatkan dukungan penuh dari Bonek.

Lalu bagaimana tentang kesetiaan Bonek?? tentang pertanyaan itu, kesetiaan Bonek sudah tidak diragukan lagi. Mengapa begitu? Persebaya Surabaya dipaksa mati atau hilang dari pertandingan resmi di Indonesia. Bahkan saat itu ada dualisme Persebaya. Namun Bonek tetap kekeh mendukung Persebaya yang Lahir tahun 1927 dari pada Persebaya yang lahir tahun 2010.

Kronologi singkatnya : Polemik Persebaya Surabaya dimulai ketika Indonesia Super League musim 2009/2010. Ketika itu, Persebaya dipaksa degradasi karena dianggap melawan Ketua umum PSSI, Nurdin Halid. Ketika pertandingan Indonesia Super League tinggal menyisakan satu laga terakhir antara Persebaya melawan Persik Kediri, kejanggalan demi kejanggalan pun terus terjadi. Pasalnya, menurut aturan PSSI, Persik Kediri yang tidak bisa menggelar 3 pertandingan secara berturut-turut di Kediri dan Yogyakarta, seharusnya kalah W.O atas Persebaya Surabaya.

Anehnya lagi, PSSI membuat keputusan kontroversi yang memberikan kesempatan kepada Persik Kediri untuk dapat melaksanakan pertandingan ulang, dan ini pertandingan keempat kalinya, dan pertandingan ini digelar di Palembang yang Jauh dari Jawa Timur. Persebaya Surabaya memutuskan untuk tidak berangkat ke Palembang karena merasa dipermainkan oleh PSSI. Lucunya, Persebaya Surabaya dinyatakan kalah W.O dan harus didegradasi. Reaksi keras pun mulai muncul di Surabaya yang menyebut bahwa Persebaya Surabaya dipaksa mati karena dianggap membangkang dan tidak mau nurut kepada federasi.

Setelah bertahun-tahun lamanya Persebaya Surabaya dipaksa mati dan tidak berlaga di pertandingan resmi PSSI, akhirnya pada tanggal 8 Januari 2017 Persebaya Surabaya kembali di akui oleh federasi sepakbola Indonesia. Lagi-lagi Bonek yang paling berpengaruh atas kembalinya Persebaya Surabaya ke Liga Indonesia, perjuangan Arek-Arek Suroboyo selama ini sudah terbayarkan dengan lunas. Persebaya Surabaya kembali berlaga di Liga Indonesia, namun harus memulainya dari Liga 2. Hanya butuh satu tahun, Persebaya Surabaya akhirnya menjuarai Liga 2 dan berhak promosi ke Liga 1, dan sampai saat ini Persebaya Surabaya masih menjadi tim raksasa di Liga 1.

Saat ini... Kita...
Dipertemukan kembali
Kutinggalkan... Semua...
Demi mengawalmu lagi...
Semangat kami... Tak kan...
Pernah lelah dan terhenti
Berjuanglah... Engkau...
Demi kebanggaan kami

Kukorbankan semua untuk kau sang pahlawan...
Kan ku bela dengan penuh rasa bangga di dada...

Satukan semangatmu Bajol Ijoku
Doa dan dukunganku menyertaimu
Ku yakin kau pasti bisa takluk kan lawanmu
Ku selalu mendukungmu Persebaya (2x). Song for Pride karya Alm. Oka Gundul

Itulah lirik Song for Pride karya Alm. Oka Gundul, yang setiap saat mengiringi Persebaya Surabaya berlaga. Semoga Bonek tetap kritis kepada Manajemen Persebaya ataupun PSSI. Panjang Umur Para Pembangkang !!!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel