Cara Ngechant Menggunakan Suara Perut

Chant Suara Perut

Workingclass.ID, Pernahkah kalian bertanya-tanya kenapa para suporter garis keras bisa kuat bernyanyi atau ngechant berpuluh-puluh menit atau 2x45 menit, bahkan bisa lebih. Tentunya untuk hasil yang maksimal ada teknik khusus dalam ngechant. Umumnya suporter di Indonesia hanya bernyanyi biasa, dan hasil suaranya banyak yang bilang Cempreng.

Tidak seperti para suporter mancanegara yang ngechant atau bernyanyi dengan suara berat atau perut. Tapi tidak semua suporter di Indonesia bernyanyi cempreng, ada sebagian juga yang sudah menggunakan suara perut.

Pentingkah nge-chant menggunakan suara perut?
Yaps, menurut saya ngechant atau nyanyi dengan suara perut sangatlah penting bagi suporter, apalagi dengan suporter yang menganut culture Ultras maupun Hooligans.

Lalu apa keuntungan nge-chant menggunakan suara perut?
Keuntunganya adalah tidak mudah lelah dan suara yang keluar lebih lantang!

Bagaimana cara nge-chant menggunakan suara perut?
Suara perut tidak bisa dipisahkan dengan diafragma. Diafragma adalah lapisan otot yang memisahkan rongga dada, tempat jantung, dan paru-paru berada, bersama dengan organ dalam tubuh. Diafragma mungkin dikenal sebagai penyebab kejang dan cegukan, tetapi juga merupakan bagian penting untuk nge-chant. Nge-chant dengan benar memerlukan dukungan pernafasan diafragma, yang menggunakan otot untuk memaksa udara dari paru-paru ke pita suara.

Baca Juga:
  • Lirik Chant Bonek Persebaya
  • Lirik Chant BCSXPSS 1976
  • Lirik Chant B6 Surakartans
  • Lirik Chant Ultras Palembang Sriwijaya FC
  • Anthem Klub Liga Indonesia
    Berikut ini Teknik Suara Perut:

    1.Pelajari Posisi Diafragma
    Apabila kamu masih bingung untuk merasakan dimana letak dari otot diafragma adalah dengan berbaring pada lantai dan letakkan sebuah beban di perut kamu lalu dorong beban tersebut ke arah atas dengan memakai otot perut sambil menarik nafas ke dalam paru paru sampai terisi penuh, kemudian silahkan kamu coba untuk bernyanyi dan otot yang kamu gunakan pada saat itu adalah otot perut.

    2.Belajar Bernafas Menggunakan Diafragma
    Untuk belajar bernafas menggunakan diafragma cukup mudah untuk kamu lakukan, kamu hanya perlu menarik nafas sedalam mungkin yang kamu bisa sampai perut terdorong ke arah depan.
    "Lakukan ini pada posisi tubuh yang stabil dan pundak jangan sampai ikut bergerak, ulangi cara ini selama beberapa kali supaya otot perut bisa jadi lebih kuat dan nafas yang kamu tarik lebih panjang dari sebelumnya".

    3.Belajar Bernafas Dengan Bernyanyi
    Supaya diafragma kamu bisa lebih kuat, maka kamu perlu melatihnya lebih sering dengan cara bernyanyi memakai diafragma setiap harinya. Untuk berlatih, bisa dilakukan dimana saja sehingga semakin lama otot diafragma yang kamu miliki bisa semakin terasa perbedaannya.


    Peringatan:
    Jangan memaksakan suara. Anda dapat merusak pita suara secara permanen. Meskipun Anda tidak akan cedera dalam waktu lama, jika terus bernyanyi dari tenggorokan, lama-kelamaan Anda akan mengalaminya. Cedera ini dapat merusak pita suara Anda.

    Pesan:
    Hindari minum es dan makan gorengan satu hari sebelum pertandingan. Minuman dingin akan membuat otot di sekitar tenggorokan akan menjadi kaku sehingga sangat berpengaruh saat kita nge chants. Sedangkan berdasarkan penelitian, ada pengaruh asupan gorengan terhadap frekuensi suara saat bernyanyi, hal ini dapat dilihat dari perubahan bermakna dimana frekuensi suara penyanyi menjadi lebih rendah dari frekuensi sebelum diberikan asupan gorengan.

    Jadi jangan lama-lama lagi, langsung latihan suara perutnya. Untuk saat ini menurut saya hanya Brigata Curva Sud dan Surakartans yang benar-benar menggunakan suara perut saat mendukung Tim kebanggaanya. Bisa dilihat perbedaanya Kedua suporter itu dengan suporter lainya, pasti sangat berbeda dan terdengar lebih lantang BCS maupun SURAKARTANS.

    Cukup sekian semoga Bermanfaat :)

  • Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel